UMKM memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Desa Susut, Kabupaten Bangli, dikenal dengan kerajinan sokasi bambu, namun pengrajin di desa ini menghadapi kendala produksi dan pemasaran, terutama terkait keterbatasan teknologi dan penggunaan media digital. Program pengabdian ini bertujuan mendukung digitalisasi usaha sokasi dengan memberikan alat produksi dan pelatihan pemasaran digital. Alat yang diberikan mencakup mesin amplas otomatis, alat cat kompresor, dan photobox. Pelatihan dilakukan mengenai penggunaan alat dan e-commerce. Pendampingan intensif dilakukan di lokasi mitra, melibatkan tiga dosen, tiga mahasiswa, dan sepuluh pengrajin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi sebesar 50%, peningkatan jumlah produksi dari 10 menjadi 14-17 unit per minggu, serta peningkatan interaksi media sosial sebesar 50%. Evaluasi menunjukkan kenaikan skor dari 48,7 menjadi 77,9 poin. Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pemasaran digital meningkatkan kapasitas usaha UMKM secara signifikan.